Tapal Batas, Air Bersih dan Internet Dibahas Dalam Musrenbang Tabalar
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Dari persoalan tapal batas hingga kebutuhan air bersih dan jaringan internet, suara masyarakat pesisir mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Penyusunan RKPD Kabupaten Berau Tahun Anggaran 2027 wilayah pesisir yang dimulai di Kecamatan Tabalar, Rabu (4/2/2026).
Forum yang digelar di
Pendopo Kecamatan Tabalar itu di buka langsung oleh Bupati Berau Sri Juniarsih
Mas. Hadir pula Wakil Ketua II DPRD Berau Sumadi, Kepala Bapelitbang Endah
Ernany, jajaran Kepala OPD, Camat, serta enam Kepala Kampung. Musrenbang kali
ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi ruang bagi masyarakat di wilayah
pesisir dalam menyampaikan persoalan mendasar yang selama ini membayangi
pembangunan.
Camat Tabalar Tri
Anggoro menyebut, pembangunan jalan di wilayahnya mulai dirasakan manfaatnya.
Namun, ada persoalan yang jauh lebih krusial, yakni soal ketidakjelasan tapal
batas antar Kampung dan Kecamatan. Sejumlah wilayah disebut masih saling klaim
batas, termasuk dengan Kecamatan Biatan, Sambaliung, hingga Kampung Pilanjau.
“Ini persoalan utama
di Tabalar. Tanpa batas yang jelas, pemerintah kampung kesulitan menjalankan
program,” tegas Tri.
Selain itu,
normalisasi saluran air melalui pembangunan drainase, penyediaan air bersih
untuk enam kampung, serta kebutuhan listrik dan internet di Radak,
Buyung-Buyung, Semurut, dan Tabalar Muara juga menjadi sorotan. Kendala
pemasangan tiang listrik dan jaringan wifi masih terjadi di sejumlah titik.
Dari Musrenbang
kampung sebelumnya, terkumpul 582 usulan
prioritas dari enam kampung. Di tengah banyaknya kebutuhan, Bupati Sri
Juniarsih mengingatkan kondisi fiskal yang tak lagi longgar. Penurunan dana
transfer pusat berdampak pada anggaran daerah, termasuk Dana Alokasi Khusus
(DAK) yang turun signifikan.
“Kita harus menyikapi
ini dengan memaksimalkan potensi alam dan pariwisata. Wilayah pesisir kaya laut
dan sumber daya alam, itu kekuatan kita,” ujarnya.
Ia mendorong kepala
kampung lebih kreatif dan inovatif agar kampung bisa mandiri secara ekonomi.
Menurutnya, akses jalan menuju pesisir yang semakin baik harus dimanfaatkan
untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Bupati juga meminta OPD memetakan usulan
sesuai prioritas. Dari ratusan usulan, dua hingga tiga program per kampung
diupayakan bisa diakomodasi.
“Kita realistis, tidak semua bisa langsung terpenuhi. Tapi akan kita lakukan bertahap,” katanya.
Dari enam kampung di
Tabalar, satu kampung sudah berstatus
mandiri yakni Tubaan, tiga maju
yakni Tabalar Muara, Buyung-Buyung, dan Harapan Maju, serta dua
berkembang yakni Tabalar Ulu dan
Semurut. Musrenbang ini pun menjadi pengingat bahwa pembangunan pesisir bukan
hanya soal jalan, tetapi juga kepastian wilayah, layanan dasar, dan
konektivitas. Dari Tabalar, arah pembangunan pesisir Berau mulai dirumuskan.
(sep/FN/Prokopim)